Pandangan pertama

Kesan pertama saat kita bertemu seseorang atau ketika melihat sesuatu pasti berbeda. Terkadang seseorang begitu menyebalkan saat pertama bertemu, tapi pada akhirnya malah jadi sahabat terbaik yang pernah ada buat kita. Kadang pertemuan pertama begitu berkesan, deg-degan, bikin exited, tapi selanjutnya terasa biasa saja, plain…

Entah sejak kapan, saya mulai sering mengingat pandangan pertama saya dengan seseorang. Dengan teman, guru, rekan kerja, tetangga baru, siapapun. Sebab nanti pada saat tertentu jadi teringat sama orang itu, seperti ada kesan berbeda saat pertama melihat kemudian mengenalnya untuk waktu yang lebih lama. Jadi seperti belajar juga untuk tidak langsung menilai orang lain tanpa tahu sifatnya lebih dalam.

Contohnya dengan makhluk yang satu ini. Pertama kali saya aware akan keberadaannya adalah ketika di ekskul teater SMA. Waktu itu hari pertama saya gabung di teater. Dia dengan ganjennya meminta pembina teater kami buat geser dikit duduknya, karena teman cowok sekelasnya ada yang ngga kebagian tempat duduk. Iya, call me jealous, gak apa-apa… -_-” Tapi sekarang saya bangga menyebutnya sebagai sahabat saya. Dan oh, dia ngga ganjen kok, cuma orangnya mudah bergaul aja… 🙂

Pandangan pertama yang lain dengan guru IPA saya pas SMP. Kelas 1 dan 2, saya ngga pernah diajar sama beliau. Baru pas kelas 3 ketemuan. Dari penampilan beliau yang badannya tipikal bapak-bapak yang badannya gede, trus kumisan seperti bapak saya, kesan saya adalah: tuh pak guru pasti galak. Tapi kenyataannya, beliau adalah guru Fisika terbaik yang pernah saya temui… huhuhu…

Pandangan pertama sama kakak kelas… hehe… saya orangnya gampang naksir sama kakak kelas yang pinter trus wajahnya kinclong gituh, tapi kadang pas tau kegiatannya di luar sekolah, ato ternyata tuh kakak kelas punya reputasi playboy, ngga jarang juga langsung ilfil… Hahaha…

Pandangan pertama dengan orang lain, seperti di bus. Beberapa orang kan ada ya yang wajahnya itu mudah banget buat diingat. Dan pertama melihat pasti langsung ingat saja, walau sebenarnya ngga ada kesan tertentu.

Pandangan pertama juga ada yang langsung jatuh cinta kan… Love at the first sight… uhuuu….

Pandangan pertama saya pada ‘dia’, adalah suatu hari jauh sebelum kami kenal, di lapangan basket. Disebut cinta pada pandangan pertama? Entah. Tapi dia selalu bilang kalau pertama kali kami bertemu ya di ruangan 4×4 meter itu. *sigh*

Eniwei, kalau kamu, pandangan pertama dengan siapa yang paling berkesan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s