Satu jam saja

Kalau kamu punya satu jam saja waktu untuk hidup, apa yang akan kamu lakukan?

Well, kalau itu saya, satu jam itu saya akan gunakan untuk berdiam diri aja di rumah. Duduk di ruang tamu atau di depan TV, sama Ibu, Bapak dan ketiga adik saya.

Menghabiskan waktu buat ngomongin apa aja. Tentang kejadian hari ini, apa yang saya alami di tempat kerja, tentang orang rese yang ada di bus. Tentang adik saya yang paling kecil ngambek karena dapat nilai 80 dan bukannya 100. Mendengarkan keluhan Ibu tentang Bapak yang males suruh benerin lampu dapur. Tentang semuanya, dalam waktu satu jam itu.

Sederhana memang, but it’s priceless! Kenyataannya waktu disodorin itu pertanyaan, yang terlintas di benak saya adalah melakukan sesuatu yang paling saya sukai atau agar cepat-cepat mewujudkan impian saya yang belum tercapai.

Tentunya ngga mungkin berusaha dapetin beasiswa kuliah dan menyelesaikan kuliah itu sendiri trus jadi sarjana dalam waktu sejam. Mustahil juga cari pacar ato jodoh dalam waktu sejam. Emang dikiranya cari jodoh tuh tinggal sabet aja dari pinggir jalan?

Jadi waktu sejam saya habisin buat kumpul sama keluarga. Itu saja. Karena memang itu kegiatan yang paling saya nikmati sekarang ini. Dan kalau itu adalah satu jam terakhir untuk saya, maka saya ingin menghabiskannya bersama orang-orang yang saya sayangi. Ibu, Bapak dan adik-adik saya… 🙂

2 thoughts on “Satu jam saja

    • iya, emang ngga harus nunggu sampai saat terakhir. tapi itulah yang akan saya lakukan seandainya itu adalah satu jam terakhir saya, buat mereka… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s