Hidup tanpamu

Internet

Bisakah aku hidup tanpamu? Tentu bisa. Tanpamu aku masih bisa hidup, masih bisa menghirup nafas dengan bebas. Tetap kujalani hari-hari biasa tanpamu.

Semenit, sejam, sehari, seminggu, sebulan, aku bisa. Setahun, entahlah. Belum pernah mencobanya.

Satu hari dalam seminggu paling tidak kuhabiskan tanpamu. Itu sama dengan 4 hari setiap bulannya. 52 hari dalam setahun.

Karena aku libur dan tak datang ke kantor untuk hidup bersamamu. Dan aku belum mampu membawamu bersamamu kapan pun di mana pun. Jadi kutahankan saja hidup tanpamu.

Ya, kutahankan. Seperti menahan rindu untuk bertemu. Satu hal yang sulit dijalani. Sungguh.

Seminggu ini kau berjalan dengan koneksimu yang entah kenapa jadi super lambat, dan bahkan kau beberapa hari tak hadir di sini. Membuatku ketinggalan lima hari postingan di sini *alesan*. Padahal sudah kubayar tagihan bulananmu. Tepat waktu. Aku pelanggan yang baik, err, bosku pelanganggan yang baik –dia yang bayar…

Tapi syukurlah hari ini mas-mas dari providermu datang benerin antena. Dan kau kembali seperti semula. Oh… senangnya hati ini… ^_^

Bisakah aku hidup tanpamu? Bisa, tapi aku tak mau… *digampar-keyboard*

6 thoughts on “Hidup tanpamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s