Back then

Pernah berpikir untuk kembali ke masa kanak-kanak sebelum usia 7 tahun. Rasanya saat itu semuanya begitu damai, normal, indah. Semua orang ada di sana. Selalu ada kesempatan pergi jalan-jalan sama Bapak. Selalu bisa makan bakso dan mie sepuasnya di warung Mbah. Mengunjungi Pak Dhe di Jogja. Keliling desa naik sepeda motor sama Mbah Ali. Merengek minta uang jajan sama siapa aja yang mau ngasih. Jadi anak-anak layaknya anak-anak. Polos, bahagia, tertawa, menangis, merengek.

Lalu ada yang pergi, karena memang harus pergi. Lalu ada masalah, konflik, pecah. Tali persaudaraan putus. Tak lagi hangat, tak lagi sama.

Yang kukatakan saat itu: orang dewasa memang rumit…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s