Kacamata

Jauh sebelum akhirnya memutuskan memakai kacamata sebagai alat bantu untuk melihat, saya udah nyadar kalo mata saya ngga beres. Udah duduk di bangku paling depan masih aja burem kalo liat tulisan di papan tulis. Dari ngga jelas lihat tulisan itu, jadi males buat nyatet pelajaran. Dan ya, nilai otomatis menurun.

SMP kelas 2, ada optik baru dibuka di deket rumah. Ada servis periksa mata gratis, ya dicobain dong… Hasilnya? Positif emang mesti pakai kacamata.

Since I had some kind of princess complex dari orok, yang setiap permintaannya harus dituruti, hari itu juga saya minta dibeliin kacamata. Akhirnya didapatlah kacamata seharga 100 ribu itu. Mahal, terlalu banyak buat diminta, tapi yang minta ngga nyadar juga… T_T

Kacamatanya bisa dipake sampe 4 tahun lamanya. Karena lama-lama pasti minusnya nambah, orang ngga ada niat buat berusaha memperbaiki keadaan mata kok… Sialnya, ngga mampu beli kacamata, dan ngga mau minta lagi kaya dulu *finally learned something*.

My dearest friend, Lia, minjemin kacamatanya yang udah ngga kepake, yang ternyata cocok sama mata saya, yang saya pakai sampe lulus SMA. Thanks, Lia. *hugs*

Bisa survive 2 bulan tanpa kacamata setelah itu, karena ngga ada lagi sekolah dan acara mantengin papan tulis. Tapiii… tak lama kemudian dapet kerjaan yang seharian mantengin layar komputer. *tepok jidat*

Malu-malu minjem kacamata lagi sama Lia. Dikasih model yang beda sama yang sebelumnya. Karena yang lama udah ngga tau ada di mana. Dan Lia bilang suruh dipakai aja, ngga usah dikembaliin. Itu bukan kacamata dari optik sih, murah, tapi lumayan membantu buat Lia. Ya Allah, dikasih makan apa ya dia sama ibunya? Baik banget… >.<

Sayangnya, kacamata yang itu ngga begitu membantu. Jadi ya udahlah. *pasrah*

Dan hari ini panik, lihat tulisan di address bar Mozilla Firefox 4, yang warnanya abu-abu ituh, ngga kelihatan. Ngga bisa baca tulisannya malah. Ini udah kedua kalinya.

Sampai sekarang masih belum bisa beli benda menakjubkan bernama kacamata itu.  Seberapa pun murahnya itu, seperti di sini yang harganya cuma ratusan ribu, masih belum bisa. Tapi karena keadaannya sekarang udah seperti ini, jadi harus bisa. Pasti bila beli kok! Yakin!

Sementara itu… makanan yang banyak mengandung vitamin A selain wortel apa ya? *tanya Google*

5 thoughts on “Kacamata

  1. Aduh. iya. Kacamata yang ‘bener’ itu memang mahalnya na’udzubillah. Untungnya saya gak berkacamata, mudah2an jangan deh.
    Vit A pokoknya ada di buah atau sayur yg berwarna merah, macam pepaya, tomat, WORTEL. haha… pasti gak suka sama wortel inih..
    Btw, minusnya berapa skrg??

    • haha,,, iya, ga suka wortel nih mba…
      ehm, skrg ga tau yah minus berapa, udah banyak kali… kalo dulu pas pertama periksa itu 0.5 sama 0.75… itu sekitar 6 tahun yang lalu… T_T

      • saya pakai kacamata sejak kelas 1 SMA, sekarang kelas 2.. Gak cuma minus malah, tapi ada silindernya juga. FYI, minusnya satu dan setengah, dan silinder setengah dua – duanya.

        Iya tuh bener apa kata mas Willy, pernah baca dimanaa gitu, vitamin A gak bisa menghilangkan cacat mata. Kalau umurnya 18+ sih dilasik aja kalau gak mau pake kacamata lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s