Need some time alone…

Seorang teman curhat, dia lagi kesel ceritanya nih sama pacarnya. Gara-gara si cowok ini melakukan hal yang ngga disukai teman saya. “Oke, mungkin kalo aku larang-larang dia ntar dibilangnya over protective. Tapi mestinya ngomong dulu kek. Bukan minta izin, ngomong aja, meski aku suka atau ngga…”

“Besok dia ultah. Tapi aku males ketemu dia.” (Masih ngambek ceritanya). “Pulang aja ngga ya…?” Mereka berdua kuliah di Semarang, teman saya rumahnya di Jepara…

Kalo saya yang jadi dia, biasanya saya pilih buat menyendiri. Balik aja ke kota Jepara tercinta. Biar aja dah sono si pacar ultah sendirian di Semarang. Emang enak… :p *maaph Li, seandainya dirimu baca ini*

Karena daripada ketemu dia, tapi hati saya masih kesel ngga karuan. Masih ada tulisan ‘fierce girlfriend‘ di jidat saya, mending ngga usah ketemuan, kasian dianya ntar… Saya pilih menghabiskan beberapa saat untuk sendiri. Mungkin memikirkan alasan dia melakukan hal yang saya ngga suka. Mungkin karena itu ‘dia’ dan bukan ‘saya’. Mungkin karena kami memang sedikit berbeda pengertian.

Dan masalah yang dianya ngga ngomong dulu, mungkin dipikirnya menurut dia lebih baik diam daripada saya marah. Padahal dengan dia yang ngga ngomong sama sekali, saya jadi tambah marah. *believe me, cewek itu rumit*

Then again, dilema besoknya si pacar ultah dan teman saya sudah pernah janji kalo nanti dia ultah bakal nemenin di Semarang, dan sekarang lagi ngambek. Nah loh!

Pulang, ngga, pulang, ngga… *ngitung kancing*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s