Godaan

Petuah yang selalu disampaikan Bapak pada saya: “Jangan mudah tergoda.” Maksudnya, jangan mudah tergoda untuk melangkah ke jalan yang salah. Harus selalu bisa kendalikan diri, apalagi sebagai anak cewek. Selalu ingat kepada-Nya.

Pesan dari Bapak itu memang selalu diselipkan dalam suasana yang santai. Jarang sih ngomong-ngomong yang serius gitu sama Bapak. Dan setiap kali Bapak mengucapkan mantra “Jangan mudah tergoda”-nya itu, saya sebenernya sebel juga sih…

Pikir saya, saya itu bisa dibilang anak baik-baik, ngga nakal, ngga pernah membangkang sama ortu, ngga pernah mengkhianati kepercayaan yang mereka berikan kepada saya. Jadi petuah Bapak itu saya pikir buang-buang tenaga aja ngomong gitu sama saya. Emangnya saya ini mau ngapain toh? Emangnya saya bisa berbuat senekad apa? Saya ini bandel yah sampai-sampai harus dinasehati seperti itu?

Tapi, ternyata nasehat itu ngga sia-sia. Saya sekarang ngerti. Dengan pekerjaan yang luar biasa mulus, dengan orang-orang yang berinteraksi sama saya sehari-harinya, ternyata godaannya juga banyak. Dan saya merasa bersyukur selalu diingatkan melalui nasehat dari Bapak.

“Oh, jadi gini yah godaan yang dimaksud Bapak itu?” batin saya.

Bapak, terima kasih karena selalu mengingatkanku untuk tidak salah langkah. Terima kasih untuk bimbingan yang terus diberikan padaku. I love you, Bapak… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s