Kenapa ngga jadi guru aja?

Seseorang yang mengagumi kemampuan bahasa linggis Inggris saya yang pas-pasan salah satunya adalah Feri, adik saya yang masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Kalau sekedar ngajarin dia bahasa Inggris nama-nama buah, hewan, yang standar2 gitu bisa lah… Tapi hal yang simple buat saya ini di mata Feri itu begitu luar biasa… hehe…

“Mbak, Mbak kan pinter Bahasa Inggris. Kenapa Mbak ngga jadi guru aja? Ngajar di sekolahku…” komentar si Feri.

“Ya ngga bisa segampang itu dong, Sayang…” jawab si Mbak.

“Kenapa ngga bisa? Guruku bisa Bahasa Inggris, jadi guru. Pak Dhe bisa Bahasa Inggris, juga jadi guru,” si Feri ngeyel.

Alamak…

“Jadi, err… Bu Gurumu, sama Pak Dhe itu lebih pinter dari Mbak Hanik ya… Mereka sekolahnya tinggi, nilainya bagus-bagus, jadi wajar kalau bisa jadi guru.”

“Kalau kita pinter bisa jadi guru?” tanya Feri.

“Gitu deh…”

“Trus Mbak Hanik ngga bisa jadi guru karena ngga pinter ya?” penasaran.

“Ya ngga gitu juga…”

“Ah, Mbak Hanik payah!” si Feri kecewa.

*daku nangis di pojokan*

2 thoughts on “Kenapa ngga jadi guru aja?

  1. Hahaha… *ngetawain Hanik yang nangis di pojokan*

    Eh tapi, Si Feri itu bener deh. Bahasa Inggris kamu memang bagus, Hanik. Malah lebih bagus dari Bahasa Inggrisku. Lha, kalau yang sebagus itu dibilang pas-pasan, kemampuan Bahasa Inggrisku dibilang apa, ya?
    *giliran aku yang nangis di pojokan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s