Kelas Bahasa

Setiap kali ada orang baru ketemu saya, dan dia tahunya saya kerja di pabrik furniture sebagai sekretaris* satu yang selalu ditanya adalah saya lulusan apa. Saya jawab cuma lulusan SMA. Terus mereka tanya lagi, “Oh ya? Jurusan apa? IPA ya?”

No… Saya lulusan SMA, ambil jurusan Bahasa. Saya selalu bangga menyebutkan bahwa saya dulunya di kelas Bahasa. Biar mereka bisa lihat kalau kelas Bahasa itu bukan kelas buangan.

Saya juga selalu seneng lihat ekspresi orang setelah saya jawab pertanyaan mereka itu. Ekspersi mereka itu seolah-lah mengatakan, “Dari kelas Bahasa? Jadi kaya dia? Wow.”

Banyak siswa lebih memilih kelas IPA atau IPS, dan kalau nilai mereka ngga memenuhi kriteria kelas tersebut, Bahasa jadi pilihan terakhir. Mungkin bukan karena kelas Bahasa itu diremehkan, tapi karena peminatnya sedikit. Dan kelas IPA dan IPS yang ngga bisa menampung jumlah siswa yang banyak itu, akhirnya ada yang dibujuk ke Bahasa…

Jadi mungkin mikirnya gini: di IPA, pelajaran kita pasti Biologi, Fisika, Kimia. Di IPS, pelajarannya Ekonomi & Akutansi, Sosiologi, Sejarah. Di kedua kelas itu, kita masih bisa belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris kok meski kita ngga masuk kelas Bahasa… Menurut saya mungkin begitu kali ya…

Di SMA se-Jepara aja, ngga semuanya punya kelas jurusan Bahasa. Jaman saya SMA, setahu saya cuma ada 3 SMA yang ada kelas Bahasa-nya. Yang lain cuma kelas IPA sama IPS.

Saya pilih kelas Bahasa simply because I love it! Dan merasa amat sangat bersyukur udah milih SMA yang ada kelas Bahasa-nya ini. ^_^

Oh iya, jumlah siswa kelas Bahasa waktu itu pas kelas XI ada 28 anak, dan pas kelas XII ada 26 anak — yang 2 pindah sekolah. Dari 300 sekian siswa cuma 28 yang milih kelas Bahasa. They, including me, were great students…

Saya sedih pas dua tahun setelah lulus dapat kabar kalau kelas Bahasa di sekolah saya mau ditutup karena ngga ada siswa yang minat… hiks… But somehow sampai sekarang kelas Bahasa masih survive di sekolah saya… Yay!!

Dear SMA yang kusayang, plis, sampai kapan pun jangan pernah tutup kelas Bahasa ya…

Ah… nulis ini jadi kangen sama IB-Family… >.<

— — — —

*) sebenernya bukan sekretaris posisi saya sih, cuma lebih mudahnya mereka sebut begitu karena saya kerjanya di kantor, di depan komputer… hehe…

2 thoughts on “Kelas Bahasa

  1. Dari dulu, saya juga minatnya ke bahasa, Hanik. Waktu SMA dari kelas satu udah ngincar kelas Bahasa. Eh tapi kok waktu saya kelas 2, kelas itu dibubarkan karena jarang peminatnya. 😦
    Ada salah seorang senior yang saking ngebetnya pingin masuk kelas bahasa, dia sampe pindah sekolah ke SMA yang nyediain kelas itu. Saya sendiri bertahan walau dengan hati hancur setiap ngeliat lab bahasa yang terbengkalai *lebay, ya? but, that was what I felt*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s