Past, present & future

Flashback ke 10 tahun yang lalu, tahun 2001. Saya umur 11 tahun, kelas 5 SD. Jika saat itu ditanya tentang akan jadi apa saya 10 tahun kemudian, saya mungkin cuma bisa bilang, “Jadi dewasa. Sudah bukan anak kecil lagi. Tentunya juga melakukan hal-hal yang dilakukan orang dewasa pada umumnya.”

Saya ngga akan berpikir tentang sekolah setinggi-tingginya. Meraih cita-cita sekuat tenaga. Bahkan saya ngga mimpi bakal jadi guru–satu profesi yang begitu saya dambakan saat itu.

Entahlah, otaknya ngga didesain buat menghayal hal-hal yang keren… *cih*

Tapi ya begitulah Hanik yang masih berumur 11 tahun. Oh, how do I love her…

Sekarang, di tahun 2011. Saya ngga pernah menyangka akan sampai pada titik ini. Dilihat dari sisi karir, pekerjaan saya sekarang bisa dibilang adalah prestasi paling membanggakan selama saya hidup. Saya punya penghasilan sendiri dan bangga bisa bantu orang tua juga.

Saya ngga pernah mengira juga, bisa merasa begitu bahagia seperti sekarang. Katakanlah, akhirnya saya menemukan kebahagian yang selama ini  saya cari. Kebahagiaan itu ada pada hidup saya sendiri. Memang kadang semua ngga berjalan mulus, tapi apa gunanya disesali. Saya pilih untuk bahagia, karena ngga ada alasan buat kita bersedih *pernah denger di mana yah?* Yah intinya hidup ini kan cuma sekali kan? So just be happy.

Hanik yang berumur 11 tahun tadi, pasti seneng deh lihat saya sekarang… 🙂

Tahun 2021–sepuluh tahun yang akan datang. Giliran Hanik 21 tahun yang sekarang menghayal… Di masa itu, saya sudah berumur 31 tahun. Mungkin sudah menikah. Punya anak 1, err, 2 boleh lah… 😀 Suamiku? Semoga dia adalah orang yang saya cintai, yang juga mencintai saya. Yang bisa menjadi imam buat saya. Dan semoga saya bisa terus bersamanya sampai tua.

Di tahun 2021, mudah-mudahan juga masih ada internet. Terlebih lagi, semoga saya masih bisa bebas pakai internet dan nulis seperti sekarang. Karena yang saya takutkan adalah jika saya sudah punya tanggung jawab lain, saya ngga bisa lagi bebas nulis di blog seperti ini. You know what I mean…

Maka dari itu, Ya Allah, berikanlah aku suami yang baik…

Di tahun 2021, semoga pendidikan di Indonesia bisa gratis ya. Semua anak bisa sekolah tanpa perlu memikirkan biaya sekolah ataupun beli buku-buku pelajaran. Semua orang bisa belajar sepuasnya, meraih gelar apa pun yang mereka inginkan dengan mudah.

Oh, ini hampir lupa ditulis… *hadehhh* Di tahun 2021, saya adalah seseorang yang bahagia. 🙂

-Hanik-

Topik dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s