First broken heart

Saya masih ingat kok pada siapa saja saya pernah jatuh cinta. Meskipun ada yang cuma cinta monyet. Dan pertama kali saya rasakan itu pas kelas 3 SD.

Ya Allah, malu pisan nulis ini… Oke, mudah-mudahan ngga ada orang yang kenal sama saya di dunia nyata sana yang bakal baca posting ini. Kalopun ada, plis, mending pura-pura ngga tahu ajah… hehe…

Balik ke awal cerita. Iya, kelas 3 SD. Saya naksir teman sekelas. Dia baik, menyenangkan, lucu, alim and above it all… ganteng! 😀

Unfortunately, cinta saya ini ngga berbalas. Dia sukanya sama teman sekelas juga, yang lebih cantik dari saya, yang rambutnya panjang, dan terlebih lagi saat itu saya dan gadis yang dia suka bisa dibilang cukup dekat. Seperti teman dekat begitulah. Tapi bukan sahabat.

Patah hati deh… sakit sesakit-sakitnya.

Parahnya lagi perasaan saya itu ngga pernah berubah sampai saya kelas 3 SMP (disaat saya menemukan keindahan yang lain… haha…) Padahal kami ngga satu sekolah lagi.

Dan dia tahu kok perasaan saya ke dia seperti apa padahal saya ngga pernah bilang. Sepertinya dia tahu dari cara saya bersikap ke dia. Malu bener sumpah…

Tapi itulah pertama kalinya saya patah hati. Bukan karena disakiti dan bukan salahnya dia lho ya. Hanya karena dia tidak merasa apa yang saya rasa. Mereka kan bilang cinta ngga bisa dipaksakan. Jadi ya sudah lah ya… 😀

Oia, Oktober 2010 lalu saya ketemu lagi sama dia. Makin dewasa malah semakin menggoda *halagh*. Masih merasa malu juga saya. Seperti perasaan: siapa gue berani-berani suka sama elo?? >.<

Yes, I think he’s just that perfect.

Inspirasi dari sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s