I witness

Poll: Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu melihat seorang pencopet beraksi di depan mata kamu?
A: Diam saja.
B: Teriak minta tolong.
C: Memperingatkan orang yang dicopet.

Saya mungkin akan jawab yang B atau C. But alas, this is what happened…

Pagi tadi saat berangkat kerja, di bus, saya lihat seorang copet beraksi. Ngambil hape dari seorang cewek. Right in front of me. Yet I couldn’t do anything. I didn’t do anything. I was afraid of doing anything.

Kejadiannya di dalam bus, lokasi di terminal bus Jepara. Saat itu busnya ngga terlalu penuh. Saya duduk di samping jendela di kursi deret nomer 3 di belakang supir. Di depan saya duduk seorang cewek (di dekat jendela juga), di samping dia ada bapak-bapak (si copet).

Si mbak itu mau turun di terminal. Nah otomatis dia permisi dong sama bapak di sebelahnya. Sebagai seorang yang mestinya udah tahu kalo orang di sebelah kita mau lewat, mestinya posisi kaki kita dikeluarin (ke sebelah kiri kalo dari posisi si copet). Nah ini nggak, kakinya malah diarahin ke sebelah kanan. Aneh.

Ngga bisa lewat dong si mbak. Pas mbak itu struggle minta dikasih jalan sama si copet, saya lihat tangan kanan si copet megang pinggang si mbak. Saat itu dalam pikiran saya, “Iiih… pervert!”

Tapi pandangan saya ngga beralih dari bapak-bapak aneh yang susah kasih jalan sama mbak yang mau lewat ini. Lalu, saya lihat tangannya merogoh ke saku jaket si mbak itu. Oh… COPET!! And then he let her go.

Saya masih shock, panik, takut — whatever — pengecutlah pokoknya, tapi saya masih terus perhatikan orang itu. Tapi saya liat tangan kanannya yang berpegangan sama sandaran bangku kosong. Mungkin dia memang bukan copet. Atau mungkin dia ngga dapat apa-apa dari dalam saku mbak-mak tadi… Entahlah, tapi sejenak lega.

Dan tiba-tiba, sebuah hape jatuh di bawah kursi di depan saya dan diambil bapak tadi. Ini bukan berburuk sangka, tapi saya yakin banget dia itu copet. Dan dia lihat saya menyaksikan perbuatannya tadi. Mak… makin takut saya…

Sekarang ini perasaan saya campur aduk. Saya merasa bersalah sama mbak itu tadi. Meski bukan saya yang ambil hape dia, tapi kalau saja saya bisa lebih sedikit berani mungkin… aarrrgghh… :((

Saya juga takut. Bisa saja kan itu tadi terjadi sama saya. Bisa saja orang itu duduk di sebelah saya. Bisa saja my precious 1661 yang diambil… :((

Pesan saya dari kejadian ini, jangan pernah naruh hape, duit, dompet atau benda berharga apapun itu di saku baju atau celana kalo lagi naik bus. Terlalu beresiko.

Semoga mbak tadi bisa dapat ganti yang lebih baik… Dan maafin saya ya, yang duduk di belakang kamu tadi, tapi ngga berani memperingatkan kamu… :((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s