Nightmare

Just had a nightmare. Don’t want to go back to sleep. Ya udah jam 4 pagi juga.

Mimpiku tadi seperti adegan di film-film action. Dikejar-kejar musuh, lari, sembunyi, ditembak sana-sini.

Singkat cerita satu temanku tertembak. Lalu kami sembunyi di sebuah makam. Makam ibunya temanku tadi.

Alih-alih merawat lukanya, dia malah berubah jadi ibu hamil yang akan melahirkan, sodara-sodara! *panik*

Pas lagi proses melahirkan datanglah musuh. Dar-der-dor tembakan bertubi-tubi.

Sampai sejauh itu aku ngga terluka sedikitpun. Pertama karena ini adalah mimpi. Kedua karena ada pahlawan yang selalu melindungiku. Yes, there was a hero in my dream… err… nightmare.

I fell for him dan berharap di akhir cerita nanti aku dan dia bisa bersama. ^.^

Balik ke makam tadi ya. Kami tertangkap. Termasuk temanku dan si baby. Kami dibiarkan hidup, diangkut dalam sebuah mobil untuk menemui bos mereka. Mak… anak buahnya aja serem gini gimana bosnya?

Di mobil itu, entah bagaimana caranya kami bisa kabur. Adegan berubah menjadi kejar-kejaran di pasar.

My hero nemu tempat (sebuah pabrik?) yang banyak pekerja anak di bawah umur. Sembunyilah kami di situ. Pas giliran menaiki tangga kok ya susah banget. Dan kenapa sih kalo di mimpi aku larinya lambat?

Itu yang bikin aku tertinggal dan dikejar-kejar sendirian. Aku teriak-teriak panggil my hero (lupa namanya) tapi dia ngga muncul-muncul. Aku nemu pisau yang niatnya mau ditusukin ke pria botak sangar yang lagi ngejar aku. Bukannya nusuk malah lari lagi. Sembunyi di sebuah kamar yang didalamnya ada dua orang yang lagi tidur. Mereka bangun, kaget. Aku meminta mereka buat pura-pura kalau mereka ngga lihat aku. Tapi mereka malah dibunuh. *sadis*

Musuh yang sekarang berganti jadi pria keriting sangar menemukanku terpojok sembunyi di kolong tempat tidur. Pisau yang kugenggam kulempar ke arah pria keriting *telat* yang ternyata itu bukan pisau tapi cuma segenggam kertas. Damn!

Si pria keriting itu pun maju hendak menghabisiku. Dan di saat itulah aku terbangun. Alhamdulillah….

Lega ya bisa terbangun dari mimpi buruk.

Moral of the story:
Berdoalah sebelum kita tidur. Jangan lupa cuci kaki-tanganmu. Jangan lupa doakan mama-papa kita!

Have a great Monday all…
-Hanik-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s