Anak Kost

Hari ini untuk pertama kalinya merasakan pengalaman menjadi anak kost. Jadi setelah melalui berbagai macam pertimbangan dan beberapa kali semedi, saya memutuskan untuk sewa kost dekat kantor. Alasan utama sih ya karena gratis. Eh salah. Bukan gratis tapi biaya kost ditanggung sama perusahaan.

Pertama kali menjejakkan kaki di kamar kost I feel so alone. Seumur hidup saya ngga pernah tinggal jauh dari ortu. Tidur aja hampir ngga pernah sendiri. Dan setiap hari suasana rumah selalu rame. So you can imagine how I must feel right now… 😦

This is hard. Tapi dengan begini ngga ada lagi waktu terbuang dalam perjalanan tiap hari ke kantor. Dan bisa lembur whenever I’m needed. More income juga ujung-ujungnya. Jadi bisa lebih bantu Ibu sama Bapak.

Yang paling pengen saya lakukan sekarang itu nelpon rumah. Kasih tau ke Ibu kalo saya baik-baik aja. Kamarnya di sini bersih, cuma mungkin rada panas. Kamar mandinya juga licin. Trus masa ya saya ngga dikasih gembok sama ibu kostnya buat kunci pintu dari luar. Suruh beli sendiri katanya. Trus tadi cuci baju dan lumayan capek. Saya kangen sama tv di rumah. Sebel ngga bisa nonton episode terakhir 49 Days.

I want to tell them all of that. Cuma ngga bisa sekarang karena di rumah ngga ada hape. Ngga ada yang bisa ditelfon.

I miss them…

But look at the bright side. I have enough time to type and finish this post.

Good night. Wish me luck at this new place. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s