Angry Me

Katanya kalo kita marah pada seseorang itu ngga boleh lebih dari tiga hari. Saya marah, bete, sebel, kesel sudah sejak Kamis kemarin pas pulang ke rumah. Udah seminggu lebih. Parahnya saya marah sama orang tua.

Sebenernya saya juga ngga suka pada diri saya kalo lagi marah. I hate when I’m angry. Moreover, scared. Saya cenderung jadi orang paling menyebalkan sedunia. Apalagi terhadap orang yang buat saya marah. Seringkali membuat mereka malah balik sakit hati sama saya.

Dan kalau orang tua sakit hati sama anaknya, saya jadi anak durhaka dong… Amit-amit.

Mestinya seneng karena week end panjang kemarin itu. Tapi waktu itu rumah malah kerasa kaya neraka. Saya tau mestinya marahnya ngga berkepanjangan gini. Kan udah kejadian, trus mau gimana lagi? Cuma bisa menunggu masalah selesai dengan sendirinya. Akhir minggu ini.

Jadi daripada uring-uringan di rumah, saya milih di kost aja. Bertapa, merenung, introspeksi diri. Kenapa susah mengendalikan diri. Blame it on PMS.

Trus Bapak telpon tadi.

Bapak: “Nanti pulang ngga?”

Hanik: “Ngga.”

Bapak: “Lembur?”

Hanik: “Ngga.”

Bapak: “Trus kenapa ngga pulang?”

Hanik: “Capek bolak balik. Berat ongkosnya juga, Bapak. Belum gajian. Duit udah mau abis.”

Bapak: “Oh… Masih marah soal yang kemarin, ya?”

Hanik: “Iya…”

Bapak: “Pulang aja, di rumah Ibu masak banyak banget.”

Hanik: “Ngga. Ntar Sabtu aja.”

Bapak: “Yaudah, jaga diri aja ya…”

Kan? Nyebelin ngga itu anak namanya Hanik? Anak macam apa jutekin bapaknya kaya gitu? Even I want to slap that girl.

I want to go home badly. But I can’t. I won’t. Until Saturday.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s