#hijabevolution – My Hijab Story

Pertama kali saya berkeinginan berhijab atas kehendak sendiri adalah ketika masuk SMA. Bukan kerana alasan apa-apa sih. Hanya ingin, itu saja.

Pertanyaan yang umum dari teman-teman adalah: apa ngga panas pakai hijab? Saya: menurut lo? Hehehe… ngga segitunya sih. Well, entahlah. Kita kan memang hidup di negara tropis ya. Jadi ya wajar kalo gerah dan panas. Lha emangnya mau nunggu di Indonesia turun salju dulu biar dingin trus baru berhijab? Tapi concern saya ngga di situ sih. Pikir saya, saya cuma ingin memakai pakaian yang nyaman buat saya. Berhijab nyaman buat saya and I love it.

Gaya berhijab saya… uhuhuhu… malu ya kalo inget dulu-dulu. Tadinya ya tipikal gaya anak sekolah gitu lah. Kalo mau pergi cuma asal pake koleksi kerudung punya Ibu aja.

Graduation, 2008

Waktu memasuki dunia kerja, seneng karena ternyata Pak Bos ngga pernah mempersoalkan gimana karyawannya berpakaian. Asal rapi dan sopan saja.

Item favorit saya adalah kerudung instan. Ngga ribet pakainya kalau saya harus buru-buru. Ngga perlu peniti, jarum pentul, bros, whatsoever.

Yang juga saya sukai dari berhijab adalah saya ngga perlu kuatir soal bad hair day. Ngga ada yang bakal tau kalau kita ngga sempat nyisir rambut juga kan ya, hahaha… I’m lazy like that. :p

Belakangan dengan boomingnya hijab style, saya seperti terbawa suasana juga. Banyak hijab model lucu-lucu, cantik-cantik, cara pakainya juga bagus-bagus. Dan aksesorisnya oh my… saya yang dibilang anti aksesoris pun sekarang paling  tidak ada 2-3 aksesoris menempel di tubuh saya. Bikin seneng kalo lagi belanja hijab… Ngga sehat buat dompet saya, I know. Haha…

Dulu warna hijab dan baju saya juga dominan warna hitam, abu-abu, monochrome, yang gelap-gelap gitu lah. Suram banget ya. Jadi kelihatan lebih tua dari usia aslinya. Padahal saya masih muda belia. Sadar itu ngga bagus, saya jadi mengurangi pakai baju & hijab warna gelap. Lebih memilih berpakaian cerah. Efeknya pun bagus, jadi berpengaruh juga sama mood kita. Lebih fun, lebih ceria.

Item yang tadinya ngga ada di lemari pakaian saya adalah rok panjang. Waktu masih sekolah, rok yang saya punya ya seragam sekolah itu. Dan antara tahun 2011-2012 ini, Ibu berhasil membuat saya beli 3 dress gamis. Berguna banget untuk acara-acara resmi keluarga. Ketimbang datang pakai celana jeans. Thanks, Mom! ^_^

Saya juga merasa beruntung tinggal di negara mayoritas islam seperti Indonesia. Pasti berat ya buat yang tinggal di negara minoritas dan memakai hijab. Orang mungkin banyak yang memandang sebelah mata. Dan kalau ada diantara kamu yang merasa minder juga sebagai seorang hijabers, sebaiknya jangan minder! Ngga usah pedulikan apa kata orang. If hijab makes you happy and you feel comfortable in it, just wear it. And you’ll shine in it. 🙂

Hijab pun ngga akan pernah menjadi hambatan buat kita perempuan meraih impian dan cita-cita kok. Lihat deh diantaranya Ollie, Hana Tajima, Ninit Yunita, Zaskia Adya Mecca dan masih banyak lagi perempuan berhijab dengan prestasi hebat lainnya. Kamu pun juga bisa.

So, what’s your #hijabevolution story? Let’s share!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s