Stadion, Pantai & Museum

Beberapa minggu lalu Pakde saya baru beli mobil, his first car. Dan hari Minggu kemarin Pakde sekeluarga (Budhe, Dani, Dimas, Nasywa) ngajak saya, Ibu & Feri jalan-jalan. Jam 8 pagi berangkat dari rumah. Tujuan utama kami ke pantai, tapi namanya juga jalan-jalan pake mobil baru, jadi ngga afdol kalo ngga keliling kota  dulu. 😀

Sepanjang perjalanan ke Jepara, oh my god… apa yang terjadi sama kota ini ya? Jalanannya pada rusak. The fact that my beloved city managed to get Adipura for 8 straight times each year is beyond me.

Jadi, sebelum ke pantai kami lewat dalam kota. Keliling alun-alun Jepara, trus lanjut ke Stadion Gelora Bumi Kartini. Kami ngga masuk ke dalam stadionnya sih, cuma berkendara keliling stadion aja. Di satu sisi stadion terdapat taman dengan pohon-pohon yang rindang. Jadi enak tuh buat sekedar jalan-jalan atau main sama anak-anak.

Dari Stadion Gelora Bumi Kartini kami menuju ke Pantai Bandengan. Jujur nih ya, saya ke Pantai Bandengan cuma sekali. Dulu banget pas masih kelas 2 SD. Berarti sekarang saya ke Pantai Bandengan untuk yang kedua kalinya. And I must say that I love Pantai Bandengan more than Pantai Kartini. 😀

Sebagaimana objek wisata lainnya, kalo mau masuk pasti harus beli tiket dong ya. Saya kurang tahu pasti harga tiket per orang berapa, mungkin sekitar Rp 8.000,- tapi kemarin satu mobil disuruh bayar Rp 25.000,- (5 orang dewasa dan 3 anak-anak). Tips biar dikasih diskon: sok akrab aja sama petugasnya dan kalo bukan orang Jepara, ngaku-ngaku aja orang Jepara. :p

Ternyata di Pantai Bandengan ada peraturan kalo mau berenang di pantai harus pakai pelampung atau life vest. Peraturan bagus sih, tapi sepertinya lebih bagus lagi kalo pelampungnya ngga usah pake nyewa, digratisin aja buat pengunjung. Biaya tiket masuk dibikin termasuk sama pelampung gratis kalo mau berenang. Hehehe… 😀

Dimas, Feri & Nasywa asyik berenang di pantai sementara para orang tua duduk santai di bawah pohon menikmati keindahan pantai dan para kakak gantian jagain adik-adiknya yang berenang. T.T

Karena saya ngga pake baju ganti, jadi setiap anak-anak berenangnya jauh ke tengah mesti teriakin keras-keras. “Dimaaasss!!! Feriii!!! Wawaaa!!!”

Dan mereka akan bilang, “Aku ngga ke tengah kok, Mbak! Airnya tuh masih dangkal. Ngga apa-apa deh!” Iya, dangkal. Ombaknya pun lumayan besar buat mereka. Atau mungkin si mbak ini yang terlalu senewen.

“Di pinggir sini aja berenangnya!”

“Di pinggir tuh ngga seru!”

Dan terus seperti itu sampai disuruh berhenti karena mau pulang.

Oia, dari Pantai Bandengan kita juga bisa naik perahu ke Pulau Panjang. Biayanya Rp 10.000,- per orang. Saya belum pernah ke Pulau Panjang. *self pukpuk*

Pas lewat alun-alun Jepara tadi, Dani bilang dia belum pernah masuk ke Museum Kartini. Saya juga belum pernah ke Museum Kartini. *kenapa saya banyak belum pernah-nya sih?!* Dan Pakde bilang nanti pas pulang diajak mampir ke Museum Kartini. Kalo museumnya buka. -_-‘

Ya secara hari Minggu sih ya…

Dan setelah kami sampai ke Museum Kartini ternyata museumnya… buka. Yay! Hari Minggu tetep buka. ^_^

Tiket masuknya saya kurang tahu. Yang jelas murah, dan saya juga ngga sempet lihat Pakde bayarnya berapa. Pokoknya semua biaya di liburan ini ditanggung sama Pakde. 🙂

Ada apa di dalam Museum Kartini?

Well, di Museum Kartini ada artikel-artikel yang menjelaskan tentang sejarah R.A. Kartini. Sejarah tentang kota Jepara juga. Kita bisa lihat gambar lukisan karya Kartini dan saudara-saudaranya, yang membuat saya bertanya-tanya, “Trus lukisan aslinya ke mana? Kenapa yang di pajang malah gambarnya yang di cetak trus dikasih figura?” Sedikit mengecewakan sih…

Di ruang kedua, ruang Daroesalam suasananya agak-agak creepy gimana gitu… Karena terlalu serius lihat-lihat barang-barang yang ada di ruangan itu saya baru sadar kalo saya udah ditinggal rombongan ke ruangan-ruangan berikutnya. Saya sendirian aja di situ, trus kabuuurrr…

Di sana juga ada kerangka ikan Joko Tuwo yang panjangnya ada kali kalo 10 meter. Hmmm… baru tau ada ikan kaya gitu… Lainnya ada ukiran-ukiran dan hasil kerajinan tangan khas Jepara.

Begitulah, akhirnya kami pulang, karena jam 1 siang ada acara yang harus dihadiri sama Pakde. Terima kasih ya Pakde, udah diajak jalan-jalan. Lain kali kita jalan-jalan lagi ya… *ngarep*

—–

Bad news, tadi malam Dimas harus dirawat di rumah sakit karena demam berdarah. Get well soon ya, Dimas… 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s