Ratu Tawar

Hari Minggu kemarin aku sama Feri diajak Ibu liburan ke Jogja bareng rombongan ibu-ibu PKK RT 13. Kami berangkat dari Jepara jam 6 pagi, naik bus pariwisata Putra Jepara (recommended, tempat duduknya nyaman, ngga sempit, kru-nya friendly, dan perjalanan kami juga menyenangkan).

Tujuan liburan kali ini ke Taman Kyai Langgeng di Magelang, lanjut ke Pantai Parangtritis, trus malamnya ke Malioboro.

Mumpung lagi di Jogja, malamnya Ghofar nyusul kami di Malioboro. Jadilah jalan-jalannya berempat. Sayangnya ngga ada Yasir sama Bapak. Semoga di lain waktu bisa liburan sekeluarga.

Aku dapat titipan dari teman-teman di rumah buat belanja baju, kaos, & souvenir khas Jogja. Beruntung ada Ibu, yang sangat tega kalo soal tawar menawar harga. Seneng sih dibantuin nawar barang, tapi ya itu lama banget saking pengennya dapat harga murah.

Adegan 1
Hanik: Bu, ini gelangnya berapa?
Penjual: 10 ribu dapat 3, mbak.
Hanik: 4 ya, bu?
Penjual: *langsung dikasih*
Ibu: Ck! Kemahalan itu, mestinya bisa dapat 5.

Tapi gelang 10 ribu dapat 4 mestinya udah murah kan? Iya kan??

Adegan 2
Ghofar: Mas, berapa harganya?
Penjual: 45, mas.
Ghofar: 40 ya?
Si mas penjualnya ngga denger.
Ibu: *melototin Ghofar* 25, mas.
Penjual: Ngga boleh, Bu. Pas-nya 35.
Ghofar: Yaudahlah kasih aja, biar cepet.
Ibu: Ih, ngga usah. Pindah aja yuk cari yang lain.
Ghofar:*capek*

Adegan 3
Hanik: Bajunya berapa, Bu?
Penjual: 40, mbak.
Ibu: *sambil bisik-bisik* minta 40 dua.
Hanik: 40 ribu dapat 2 ya, Bu.
Penjual: Ngga boleh, mbak. 35 satu deh.
Ibu: Yaudah yuk pindah. *mlipir*

Padahal itu udah pindah 2 toko, dan aku capek… T^T

Penjual: Mbak! Mbak! Sini deh, Mbak!
Ibu: *tersenyum penuh kemenangan*

Gitu terus sampe semua barang yang mau dibeli didapet. Emang sih harus pinter-pinter nawar dengan harga serendahnya. Dan ternyata juga emang pasti bisa dapat dengan harga yang diinginkan.

Aku pernah baca tips tentang menawar barang di tempat wisata yaitu kita mesti konsisten sama harga yang mau kita tawar. Misal mau nawar jadi 20 ribu, tetaplah 20 ribu walau penjualnya nurunin harga sedikit demi sedikit. Jangan nyerah sampai di harga 20 ribu itu tadi. Kalo tetep ngga boleh, pindah. Kalo ternyata harga yang kita tawar itu masih bisa masuk, penjualnya pasti bakal manggil-manggil kita buat balik. Hihihi…

Dan ya, tips itu ada benarnya sih, karena itu yang Ibu lakukan di Malioboro dan berhasil.

Trus karena udah capek, balik ke bus. Tapi Feri minta dibeliin tas, jadi diantar aja sama Ghofar. “Jangan lupa ditawar!” kata Ibu. Dan akhirnya dapat harga 35 ribu saja.

Eits… Pas udah perjalanan pulang di bus, Ibu nanya sama Feri, “Tadi tasnya harga berapa aslinya, Fer?” Feri jawab, “40 ribu. Mas Ghofar nawar jadi 35.” Hahaha… Ya jelas kemahalan kalo menurut Ibu sih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s